Monday, August 27, 2018

Pesta Laut Pesisir Kuala Samboja

Kutai Kartanegara merupakan kabupaten yang ada  di provinsi Kalimantan Timur, sebuah kabupaten yang masih memegang adat dan tradisi budaya, karena telah mengakar lama sejak beberapa abad silam setelah berdirinya kerajaan pertama di nusantara. Secara garis besar, budaya di kabupaten Kutai Kartanegara di bagi menjadi 3 bagian, budaya hulu , budaya kerajaan dan budaya pesisir, yang masing-masing telah berakulturasi , baik dengan pengaruh dari masyarakatnya sendiri ataupun pengaruh dari luar.

Budaya pesisir Kutai merupakan budaya yang berada di pesisir pantai Kutai Kartanegara, daerah pesisir pantai merupakan daerah yang kaya akan  budaya dikarenakan pesisir merupakan tempat  pertama yang didatangi pendatang untuk menetap, berdagang, mencari hasil laut dan sebagainya. Jadi banyak sekali suku bangsa yang ada dan saling berinteraksi, sehingga berkembanglah budaya di daerah pesisir pantai tersebut. Terdapat beberapa kecamatan yang terletak di pesisir pantai, di Kutai Kartanegara yaitu kecamatan Marangkayu, Muara Badak, Muara Jawa dan Samboja.

Kecamatan Samboja merupakan kecamatan yang terletak di paling selatan Kutai Kartanegara, dengan luas wilayah sekitar 1000 kilometer persegi. Kecamatan Samboja memiliki 21 kelurahan, serta disalah satu sisinya berbatasan langsung dengan selat makassar. Salah satu kelurahan yang tepat berada di pesisir pantai yaitu Kelurahan Kuala Samboja, Kuala Samboja merupakan kelurahan yang penduduknya di dominasi oleh nelayan.

Untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, masyarakat setempat yang didominasi perantau dari Suku Bugis, mengadakan Pesta Laut Pesisir, sebuah perayaan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berlimpahnya hasil tangkapan para nelayan berupa hasil-hasil laut seperti ikan, udang dan masih banyak lagi. Pesta Laut Pesisir Kuala Samboja diadakan di bulan Mei



Tuesday, June 5, 2018

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa merupakan prasasti yang tertulis di batu andesit berisi huruf pallawa mengenai sejarah Kerajaan Kutai Martapura di Muara Kaman di pedalaman sungai Mahakam. Batu andesit sendiri merupakan batuan luar yang terbentuk dari muntahan gunung berapi berupa magma dan akhirnya mengeras terkena air dan udara luar sehingga terbentuklah batu, batuan ini banyak terdapat di aliran sungai. Batu ini kemungkinan didapat dari hulu sungai mahakam atau bisa juga diperkirakan di datangkan dari luar bersama para Brahmana yang menuliskannya.

Prasasti yupa yang ditemukan berjumlah 7 buah, ditemukan pada saat kolonialisme mencengkram bumi kutai, tepatnya pada tahun 1870, 4 buah prasasti yupa berhasil ditemukan, 3 prasasti ditemukan belakangan. Semuanya dibawa ke Jakarta (Batavia pada waktu itu) dan sekarang merupakan koleksi dari Museum Nasional Jakarta. Hanya satu batu yang tertinggal di Muara Kaman yaitu masyarakat menyebutnya lesong batu, bentuknya mirip dengan prasasti yupa yang fungsinya diperkirakan untuk mengikat hewan persembahan.


Thursday, April 26, 2018

Silsilah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura merupakan gabungan dari 2 kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, Kerajaan Kutai Kartanegara berhasil mengalahkan kerajaan Martapura dan menggabungkannya. Berikut ini adalah silsilah dari kerajaan Kutai Kartanegara dari awal hingga bergabung menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura


(Keraton Kutai Kartanegara Ing Martapura)

1.  Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325)
2.  Aji Batara Agung Paduka Nira (1325-1360)
3.  Aji Maharaja Sultan (1360-1420)
4.  Aji Raja Mandarsyah (1420-1475)
5.  Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya (1475-1545)
6.  Aji Raja Mahkota Mulia Alam (1545-1610)
7.  Aji Dilanggar (1610-1635)
8.  Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martapura (1635-1650)
9.  Aji Pangeran Dipati Agung Ing Martapura (1650-1665)
10. Aji Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martapura (1665-1686)
11. Aji Ragi gelar Ratu Agung (1686-1700)
12. Aji Pangeran Dipati Tua (1700-1730)
13. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa Ing Martapura (1730-1732)
14. Aji Muhammad Idris (1732-1778)
15. Aji Muhammad Aliyeddin (1778-1780)
16. Aji Muhammad Muslihuddin (1780-1816)
17. Aji Muhammad Salehuddin (1816-1845)
18. Aji Muhammad Sulaiman (1850-1899)
19. Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910)
20. Aji Muhammad Parikesit (1920-1960)
21. Aji Muhammad Salehuddin II (1999-sekarang)
(sumber : kesultanan.kutaikartenagara.com)

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura memiliki sejarah panjang, mulai dari kudeta, perpindahan ibukota kerajaan, belum dewasanya putra mahkota sehingga tahta kerajaan dipegang oleh dewan perwalian, dihapuskan status kerajaanya dan akhirnya dihidupkan lagi untuk melestarikan budaya, kerajaan ini merupakan bukti sejarah yang harus kita lestarikan dan kita kembangkan nilainya untuk masa depan.


Friday, March 30, 2018

Tuanku Tunggang Parangan

Kutai abad ke 16 dikuasai oleh 2 kerajaan, yaitu Kutai Martapura dan Kutai Kartanegara. Kutai Martapura berada agak jauh di pedalaman sungai Mahakam yaitu di Muara Kaman, sedangkan Kutai Kartanegara pada saat itu masih berada di Kutai Lama, di kecamatan Anggana sekarang. Pusat kerajaan berada di desa Kutai Lama, yang sekarang merupakan wilayah kecamatan Anggana Kutai Kartanegara yang dapat ditempuh selama 1 jam dari pusat kota Samarinda.

Kutai Kartanegara pada rentang tahun 1525 sampai 1589 dikuasai oleh Raja Aji Mahkota, saat itu kerajaan Kutai masih bercorak hindu. Ulama-ulama dan pedagang-pedagang islam sudah banyak yang datang ke Kutai pada saat itu, tetapi Raja Aji Mahkota belum mau memeluk islam. Sampai akhirnya di akhir abad 16 datanglah dua ulama besar yaitu Datuk Ribandang dan Tuanku Tunggang Parangan. Kedua ulama ini gigih dalam menyebarkan agama Islam di bumi kutai, tapi karena satu dan lain hal, Datuk Ribandang harus kembali ke pulau Sulawesi, jadi tinggalah Tuanku Tunggang Parangan yang tetap tinggal di bumi Kutai sampai akhir hayatnya

(dokumentasi pribadi)


Saturday, January 6, 2018

Silsilah Kerajaan Kutai Martapura


Silsilah Kerajaan Kutai Martapura

Kerajaan Kutai Martapura merupakan kerajaan yang bercorak hindu yang berdiri sejak abad ke IV Masehi. Hal ini didapat dari prasasti Yupa yang ditemukan dan berjumlah 7 buah yang menjelaskan mengenai kerajaan ini. Berikut adalah nama-nama Raja yang telah memerintah Kerajaan Martapura sebelum  bergabung dengan Kutai Kartanegara

(Prasasti Yupa di Museum Nasional Jakarta)
  1. Maharaja Kudungga
  2. Maharaja Asmawarman
  3. Maharaja Mulawarman Naladewa
  4. Maharaja Sriwarman
  5. Maharaja Marawijayawarman
  6. Maharaja Gajayanawarman
  7. Maharaja Tunggawarman
  8. Maharaja Jayanagawarman
  9. Maharaja Nalasingawarman
  10. Maharaja Nala Perana Tungga
  11. Maharaja Gadonggawarman Dewa
  12. Maharaja Indera Warmana Dewa
  13. Maharaja Sangga Wirama Dewa
  14. Maharaja Singa Wargala Warmana Dewa
  15. Maharaja Canderawarman
  16. Maharaja Mula Tungga Dewa
  17. Maharaja Nala Indera Dewa
  18. Maharaja Indera Mulia Warmana Dewa
  19. Maharaja Sri Langka Dewa
  20. Maharaja Guna Perana Tungga Dewa
  21. Maharaja Wijayawarman
  22. Maharaja Indera Mulia
  23. Maharaja Sri Aji Dewa
  24. Maharaja Mulia Putera
  25. Maharaja Nala Pendita
  26. Maharaja Indra Paruta Dewa
  27. Maharaja Dharma Setia

Pesona Tari Belian Namang Kedang Ipil

Tari Belian Namang merupakan tari yang berkembang di Desa Kedang Ipil yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tari...