Showing posts with label cagar budaya. Show all posts
Showing posts with label cagar budaya. Show all posts

Tuesday, June 5, 2018

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa merupakan prasasti yang tertulis di batu andesit berisi huruf pallawa mengenai sejarah Kerajaan Kutai Martapura di Muara Kaman di pedalaman sungai Mahakam. Batu andesit sendiri merupakan batuan luar yang terbentuk dari muntahan gunung berapi berupa magma dan akhirnya mengeras terkena air dan udara luar sehingga terbentuklah batu, batuan ini banyak terdapat di aliran sungai. Batu ini kemungkinan didapat dari hulu sungai mahakam atau bisa juga diperkirakan di datangkan dari luar bersama para Brahmana yang menuliskannya.

Prasasti yupa yang ditemukan berjumlah 7 buah, ditemukan pada saat kolonialisme mencengkram bumi kutai, tepatnya pada tahun 1870, 4 buah prasasti yupa berhasil ditemukan, 3 prasasti ditemukan belakangan. Semuanya dibawa ke Jakarta (Batavia pada waktu itu) dan sekarang merupakan koleksi dari Museum Nasional Jakarta. Hanya satu batu yang tertinggal di Muara Kaman yaitu masyarakat menyebutnya lesong batu, bentuknya mirip dengan prasasti yupa yang fungsinya diperkirakan untuk mengikat hewan persembahan.


Thursday, April 26, 2018

Silsilah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura merupakan gabungan dari 2 kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, Kerajaan Kutai Kartanegara berhasil mengalahkan kerajaan Martapura dan menggabungkannya. Berikut ini adalah silsilah dari kerajaan Kutai Kartanegara dari awal hingga bergabung menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura


(Keraton Kutai Kartanegara Ing Martapura)

1.  Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325)
2.  Aji Batara Agung Paduka Nira (1325-1360)
3.  Aji Maharaja Sultan (1360-1420)
4.  Aji Raja Mandarsyah (1420-1475)
5.  Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya (1475-1545)
6.  Aji Raja Mahkota Mulia Alam (1545-1610)
7.  Aji Dilanggar (1610-1635)
8.  Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martapura (1635-1650)
9.  Aji Pangeran Dipati Agung Ing Martapura (1650-1665)
10. Aji Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martapura (1665-1686)
11. Aji Ragi gelar Ratu Agung (1686-1700)
12. Aji Pangeran Dipati Tua (1700-1730)
13. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa Ing Martapura (1730-1732)
14. Aji Muhammad Idris (1732-1778)
15. Aji Muhammad Aliyeddin (1778-1780)
16. Aji Muhammad Muslihuddin (1780-1816)
17. Aji Muhammad Salehuddin (1816-1845)
18. Aji Muhammad Sulaiman (1850-1899)
19. Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910)
20. Aji Muhammad Parikesit (1920-1960)
21. Aji Muhammad Salehuddin II (1999-sekarang)
(sumber : kesultanan.kutaikartenagara.com)

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura memiliki sejarah panjang, mulai dari kudeta, perpindahan ibukota kerajaan, belum dewasanya putra mahkota sehingga tahta kerajaan dipegang oleh dewan perwalian, dihapuskan status kerajaanya dan akhirnya dihidupkan lagi untuk melestarikan budaya, kerajaan ini merupakan bukti sejarah yang harus kita lestarikan dan kita kembangkan nilainya untuk masa depan.


Friday, March 30, 2018

Tuanku Tunggang Parangan

Kutai abad ke 16 dikuasai oleh 2 kerajaan, yaitu Kutai Martapura dan Kutai Kartanegara. Kutai Martapura berada agak jauh di pedalaman sungai Mahakam yaitu di Muara Kaman, sedangkan Kutai Kartanegara pada saat itu masih berada di Kutai Lama, di kecamatan Anggana sekarang. Pusat kerajaan berada di desa Kutai Lama, yang sekarang merupakan wilayah kecamatan Anggana Kutai Kartanegara yang dapat ditempuh selama 1 jam dari pusat kota Samarinda.

Kutai Kartanegara pada rentang tahun 1525 sampai 1589 dikuasai oleh Raja Aji Mahkota, saat itu kerajaan Kutai masih bercorak hindu. Ulama-ulama dan pedagang-pedagang islam sudah banyak yang datang ke Kutai pada saat itu, tetapi Raja Aji Mahkota belum mau memeluk islam. Sampai akhirnya di akhir abad 16 datanglah dua ulama besar yaitu Datuk Ribandang dan Tuanku Tunggang Parangan. Kedua ulama ini gigih dalam menyebarkan agama Islam di bumi kutai, tapi karena satu dan lain hal, Datuk Ribandang harus kembali ke pulau Sulawesi, jadi tinggalah Tuanku Tunggang Parangan yang tetap tinggal di bumi Kutai sampai akhir hayatnya

(dokumentasi pribadi)


Sunday, November 12, 2017

Jam Nii Room Tenggarong

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan kerajaan yang berada di daerah aliran sungai Mahakam yang mengalami beberapa kali perpindahan ibukota kerajaan. Tenggarong merupakan ibukota terakhir kerajaan sampai sekarang. Bekas-bekas peninggalan kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura  di Tenggarong masih banyak dan dapat ditemui pada masa sekarang ini, baik itu peninggalan benda-benda pusaka, perhiasan, benda keramik, struktur bangunan bahkan bangunan-bangunan bekas kerajaan masih dapat ditemui. Salah satu struktur yang dapat ditemui dan telah ditetapakan sebagai struktur cagar budaya adalah Jam Nii Room.


Wednesday, November 8, 2017

Tugu Pembantaian Jepang Loa Kulu

Indonesia telah menjadi rebutan bangsa-bangsa asing yang ingin menguasai sumber daya alamnya. Bangsa Eropa dari awal abad ke 17 sudah mulai datang ke Nusantara dan mulai menjajah dan mengeksploitasi sumber daya alam. Bangsa Belanda merupakan yang paling lama bertahan di Nusantara, kurang lebih 350 tahun menjajah bumi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan akhirnya terhenti setelah kedatangan Jepang yang mengambil alih Nusantara pada tahun 1942.

Jepang awalnya menjadi harapan bangsa Indonesia karena sama-sama berasal dari Asia dan diharapkan  dapat membebaskan bangsa Indonesia dari penjajah. Jepang sangat membutuhkan sumber daya alam Indonesia untuk membiayai perang dengan sekutu, sehingga Jepang memeras dengan sekuat tenaga sumber daya alam Indonesia dengan menggunakan rakyat-rakyat Indonesia sendiri dengan paksa. Harapan tinggal harapan, ternyata Jepang tidak jauh beda dengan Belanda dalam menjajah Indonesia, bahkan dianggap lebih kejam. Salah satu bukti sejarah kekejaman Jepang masih ada saat ini yaitu Tugu Pembantaian Jepang yang telah menjadi cagar budaya di Desa Loh Sumber  kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.



Thursday, October 19, 2017

Penjara Kolonial Sanga-sanga

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, baik dari segi budaya, maupun sumber daya alamnya. Hal ini yang menarik bangsa asing datang ke Indonesia untuk meneliti budaya dan mendapatkan sumber daya alam semenjak ratusan tahun silam. Sumber daya alamnya yang ingin didapatkan dan dikuasai mulai dari rempah-rempah, kayu, emas hingga batu bara dan minyak bumi. Hasil-hasil bumi inilah yang membuat bangsa asing bernafsu ingin menguasai Indonesia.

Salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam adalah pulau kalimantan, sejak berabad-abad silam, sudah banyak bukti yang menunjukkan kalimantan telah didatangi dan diambil sumber daya alamnya, bangsa Belanda adalah satunya. Belanda sudah datang ke kalimantan dan salah satu daerah yang di datangi adalah Sanga-sanga karena terdapat sumber minyak bumi di daerah ini. Ditemukannya sumur Louise tahun 1897 membuat Belanda menetap dan membangun banyak bangunan di kota ini. Salah satunya adalah Penjara Kolonial yang masih bertahan hingga kini.

Pesona Tari Belian Namang Kedang Ipil

Tari Belian Namang merupakan tari yang berkembang di Desa Kedang Ipil yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tari...