Monday, November 5, 2018

Gasing Berajaan

Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragam budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauku, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Budaya yang beraneka ragam tersebut sering kali di akui oleh negara lain. Hal inilah yang membuat Indonesia harus punya undang-undang khusus yang mengatur tentang kebudayaan yang dapat melindungi, membina, mengembangkan serta memanfaatkan kebudayaan.  Akhirnya, negara Indonesia di tahun 2017 mempunyai undang-undang pemajuan kebudayaan setelah panjang menanti untuk punya undang-undang ini, yaitu Undang-undang nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Undang-undang ini mengatur 10 objek pemajuan kebudayaan yaitu, tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat serta olahraga tradisional. Salah satu yang menjadi objeknya adalah permainan rakyat, salah satu permainan rakyat yang sangat terkenal dan telah mendunia, serta ada di tiap daerah yaitu Gasing.



Tuesday, September 4, 2018

Piadong, Makanan Tradisional di Tanah Kutai

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ratusan suku, bahasa, adat istiadat dan bermacam-macam budaya. Dari Sabang sampai ke Merauke budayanya sangat beragam, berciri khas, berbeda-beda antara satu dengan yang lain, tetapi hal itu lah yang membuat kita jadi satu, yaitu bangsa Indonesia. Tiap daerah mempunyai makanan tradisional yang khas, yang berkembang didaerah tertentu dikarenakan bahan-bahan untuk memasaknya hanya ada didaerah tersebut.

Kutai Kartanegara mempunyai salah satu makanan tradisional yang khas, yang berkembang semenjak ratusan tahun, makanan tradisional ini bernama piadong. Piadong berbentuk segitiga dengan ukuran sekitar 5 cm yang berisi beras ketan yang direbus sampai matang. Daun untuk membungkus piadong merupakan daun khusus yang sekarang semakin jarang ditemukan, nama daun ini adalah daun biru. Daun biru merupakan tumbuhan endemik yang hanya ditemukan di kalimantan.

(sumber : Instagram @kutai_bangkit_)

Makanan tradisional ini dibuat oleh masyarakat Kutai untuk menemani mereka berladang. Pagi hari mereka membuat beberapa piadong kemudian dimasukkan ke dalam anjat, untuk disantap saat mereka mengisi tenaga saat berladang. Akhir-akhir ini piadong sudah jarang dibuat oleh masyarakat Kutai, hanya pada saat acara tertentu dibuat. Salah satunya yang masih membuat yaitu di Desa Wisata Kedang Ipil yng berada di kecamatan Kota Bangun yang masih meneruskan dan melestarikan pembuatan piadong ini dan disajikan pada saat para wisatawan berkunjung ke desa.


Monday, August 27, 2018

Pesta Laut Pesisir Kuala Samboja

Kutai Kartanegara merupakan kabupaten yang ada  di provinsi Kalimantan Timur, sebuah kabupaten yang masih memegang adat dan tradisi budaya, karena telah mengakar lama sejak beberapa abad silam setelah berdirinya kerajaan pertama di nusantara. Secara garis besar, budaya di kabupaten Kutai Kartanegara di bagi menjadi 3 bagian, budaya hulu , budaya kerajaan dan budaya pesisir, yang masing-masing telah berakulturasi , baik dengan pengaruh dari masyarakatnya sendiri ataupun pengaruh dari luar.

Budaya pesisir Kutai merupakan budaya yang berada di pesisir pantai Kutai Kartanegara, daerah pesisir pantai merupakan daerah yang kaya akan  budaya dikarenakan pesisir merupakan tempat  pertama yang didatangi pendatang untuk menetap, berdagang, mencari hasil laut dan sebagainya. Jadi banyak sekali suku bangsa yang ada dan saling berinteraksi, sehingga berkembanglah budaya di daerah pesisir pantai tersebut. Terdapat beberapa kecamatan yang terletak di pesisir pantai, di Kutai Kartanegara yaitu kecamatan Marangkayu, Muara Badak, Muara Jawa dan Samboja.

Kecamatan Samboja merupakan kecamatan yang terletak di paling selatan Kutai Kartanegara, dengan luas wilayah sekitar 1000 kilometer persegi. Kecamatan Samboja memiliki 21 kelurahan, serta disalah satu sisinya berbatasan langsung dengan selat makassar. Salah satu kelurahan yang tepat berada di pesisir pantai yaitu Kelurahan Kuala Samboja, Kuala Samboja merupakan kelurahan yang penduduknya di dominasi oleh nelayan.

Untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, masyarakat setempat yang didominasi perantau dari Suku Bugis, mengadakan Pesta Laut Pesisir, sebuah perayaan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berlimpahnya hasil tangkapan para nelayan berupa hasil-hasil laut seperti ikan, udang dan masih banyak lagi. Pesta Laut Pesisir Kuala Samboja diadakan di bulan Mei



Tuesday, June 5, 2018

Prasasti Yupa

Prasasti Yupa merupakan prasasti yang tertulis di batu andesit berisi huruf pallawa mengenai sejarah Kerajaan Kutai Martapura di Muara Kaman di pedalaman sungai Mahakam. Batu andesit sendiri merupakan batuan luar yang terbentuk dari muntahan gunung berapi berupa magma dan akhirnya mengeras terkena air dan udara luar sehingga terbentuklah batu, batuan ini banyak terdapat di aliran sungai. Batu ini kemungkinan didapat dari hulu sungai mahakam atau bisa juga diperkirakan di datangkan dari luar bersama para Brahmana yang menuliskannya.

Prasasti yupa yang ditemukan berjumlah 7 buah, ditemukan pada saat kolonialisme mencengkram bumi kutai, tepatnya pada tahun 1870, 4 buah prasasti yupa berhasil ditemukan, 3 prasasti ditemukan belakangan. Semuanya dibawa ke Jakarta (Batavia pada waktu itu) dan sekarang merupakan koleksi dari Museum Nasional Jakarta. Hanya satu batu yang tertinggal di Muara Kaman yaitu masyarakat menyebutnya lesong batu, bentuknya mirip dengan prasasti yupa yang fungsinya diperkirakan untuk mengikat hewan persembahan.


Thursday, April 26, 2018

Silsilah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura merupakan gabungan dari 2 kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, Kerajaan Kutai Kartanegara berhasil mengalahkan kerajaan Martapura dan menggabungkannya. Berikut ini adalah silsilah dari kerajaan Kutai Kartanegara dari awal hingga bergabung menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura


(Keraton Kutai Kartanegara Ing Martapura)

1.  Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325)
2.  Aji Batara Agung Paduka Nira (1325-1360)
3.  Aji Maharaja Sultan (1360-1420)
4.  Aji Raja Mandarsyah (1420-1475)
5.  Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya (1475-1545)
6.  Aji Raja Mahkota Mulia Alam (1545-1610)
7.  Aji Dilanggar (1610-1635)
8.  Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martapura (1635-1650)
9.  Aji Pangeran Dipati Agung Ing Martapura (1650-1665)
10. Aji Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martapura (1665-1686)
11. Aji Ragi gelar Ratu Agung (1686-1700)
12. Aji Pangeran Dipati Tua (1700-1730)
13. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa Ing Martapura (1730-1732)
14. Aji Muhammad Idris (1732-1778)
15. Aji Muhammad Aliyeddin (1778-1780)
16. Aji Muhammad Muslihuddin (1780-1816)
17. Aji Muhammad Salehuddin (1816-1845)
18. Aji Muhammad Sulaiman (1850-1899)
19. Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910)
20. Aji Muhammad Parikesit (1920-1960)
21. Aji Muhammad Salehuddin II (1999-sekarang)
(sumber : kesultanan.kutaikartenagara.com)

Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martapura memiliki sejarah panjang, mulai dari kudeta, perpindahan ibukota kerajaan, belum dewasanya putra mahkota sehingga tahta kerajaan dipegang oleh dewan perwalian, dihapuskan status kerajaanya dan akhirnya dihidupkan lagi untuk melestarikan budaya, kerajaan ini merupakan bukti sejarah yang harus kita lestarikan dan kita kembangkan nilainya untuk masa depan.


Pesona Tari Belian Namang Kedang Ipil

Tari Belian Namang merupakan tari yang berkembang di Desa Kedang Ipil yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tari...